Semarang – Program Studi Doktor Kesehatan Masyarakat (DKM) FKM Undip kembali menambah capaian akademik dengan berhasil meluluskan tiga doktor pada bulan Februari 2026 ini. Ujian tertutup untuk disertasi ketiga lulusan doktor tersebut dilaksanakan di ruang Smartclass FKM Undip dengan dihadiri oleh Tim Penguji.
Lulusan Doktor ke-80

Lulusan DKM FKM Undip ke-80, atas nama Natiqotul Fatkhiyah, S.SiT., M.Kes., merupakan seorang pengajar di Universitas Bhamada Slawi. Ujian tertutup disertasi dilaksanakan pada tanggal 13 Februari 2026. Disertasi tersebut berjudul “Pengembangan Model Skrining Awal Talasemia bagi Remaja Extended Family Penyandang Talasemia”. Penelitian tersebut berfokus pada pada pengembangan model skrining dini remaja yang berasal dari keluarga yang memiliki riwayat talasemia. Model yang dihasilkan dari penelitian diharapkan dapat menjadi dukungan strategis dalam upaya deteksi dini dan pencegahan talasemia berbasis keluarga, serta menjadi bahan rujukan dalam penguatan kesehatan masyarakat.
Lulusan Doktor ke-81

Lulusan doktor ke-81 atas nama Cahyo Setiawan, S.Ftr., M.K.M., merupakan pengajar di Universitas ‘Aisyiyah Surakarta. Ujian tertutup disertasi mahasiswa dilaksanakan pada tanggal 23 Februari 2026. Disertasi berjudul “Pengaruh Brain Gym terhadap Fungsi Kognitif, Motorik Halus, dan Tingkat Stres pada Anak Riwayat BBLR (Studi pada Anak Usia 12-23 Bulan di Kabupaten Sragen)” mengkaji terkait efektivitas dari intervensi brain gym terhadap perkembangan anak usia dini degan riwayat BBLR. Hasil penelitian diharapkan dapat memperkaya evidence base untuk intervensi dalam permasalahan pelayanan kesehatan ibu dan anak di masyarakat.
Lulusan Doktor ke-82

Lulusan doktor ke-82 atas nama Nurul Fadhilah, S.ST., M.M., merupakan seorang PNS di Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya. Ujian tertutup disertasi dilaksanakan pada tangal 24 Februari 2026. Disertasi yang usung berjudul “Intervensi Pemberian Olahan Makanan Lokal dan Pijat Oksitosin terhadap Peningkatan Hormon Prolaktin, Hormon Oksitosin pada Ibu Menyusui dan Berat Badan Bayi”. Penelitian ini menekankan intervensi masalah kesehatan ibu dan bayi melalui pendekatan intervensi berbasis pangan lokal yang dikombinasikan dengan pijat oksitosin untuk meningkatkan hormon yang berperan dala produksi ASI serta mendukung pertumbuhan bayi.
Dengan kelulusan ketiga doktor tersebut, DKM FKM Undip telah menunjukkan konsistensinya dalam memberikan kontribusi nyata dalam penyelesaian masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. DKM FKM Undip terus berkomitmen untuk memperkuat ekosistem riset yang kolaboratif dan berkelanjutan, serta menghasilkan lulusan doktor yang adaptif dan responsif menjawab kebutuhan masyarakat.Dengan bertambahnya lulusan doktor ke-80, ke-81, dan ke-82 ini, diharapkan semakin banyak inovasi berbasis riset yang dapat diimplementasikan guna meningkatkan kualitas pelayanan dan derajat kesehatan masyarakat secara luas.