Surabaya (24-25/9), Pada tanggal 24 – 25 September 2025 telah dilaksanakan 9th International Symposium of Public Health (ISoPH) dan 1st International Conference of Epidemiology Public Health (ICoEPH) dengan tema “Revolutionizing Public Health: Innovations and Strategies for a Resilient Future” bertempat di Hotel Morazen, Surabaya. Kegiatan ini hasil kolaborasi Mahasiswa Program Doktor Kesehatan Masyarakat FKM UNDIP dan FKM UNAIR. Kegiatan ini dilaksanakan mengingat urgensi bidang kesehatan masyarakat dalam menghadapi tantangan kesehatan global yang semakin komplek, sebagai contoh adalah meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular, ancaman pandemi, perubahan iklim, serta kebutuhan digitalisasi pada layanan kesehatan. Melalui konferensi internasional ini, berbagai pihak didorong untuk dapat memperkuat ekosistem inovasi untuk kesehatan melalui adanya kolaborasi, pemanfaatan teknologi, dan kebijakan yang berbasis bukti.

Tujuan utama diselenggarakannya konferensi ini adalah untuk merancang strategi implementasi inovasi kesehatan yang berkelanjutan melalui penguatan sinergi antara sektor publik dan swasta serta mendorong penerapan kebijakan berbasis bukti guna menciptakan sistem kesehatan yang lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan global. Dengan menghadirkan berbagai perspektif dari para pakar internasional, harapannya simposium ini dapat menghasilkan rekomendasi konkret yang aplikatif dalam kebijakan kesehatan di berbagai negara.

Konferensi internasional  ini dihadiri oleh sebanyak 250-300 peserta. Melalui seminar internasional  ini, sebanyak 150 artikel ilmiah ditargetkan dapat dipresentasikan dan akan direview oleh reviewer. Adapun peserta seminar internasional ini antara lain sebagai berikut:

  1. Dosen dan mahasiswa dari berbagai universitas luar negeri, terutama dalam lingkup regional ASEAN dan negara lain, seperti Inggris, Jepang, Australia, dll.
  2. Dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi dalam negeri, baik PTN ataupun PTS.
  3. Pengambil kebijakan kesehatan, dari level Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.
  4. Sektor swasta, terdiri dari industri farmasi, klinik swasta, rumah sakit swasta, serta industri kesehatan.
  5. Organisasi profesi, seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI).
  6. Berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau Non-Governmental Organization (NGO) yang bekerja dan peduli terhadap kesehatan masyarakat.
  7. Semua pihak lain yang berminat untuk berpartisipasi.

Kegiatan seminar terlaksana dalam dua hari. Hari pertama dimulai dengan sesi pembukaan, penampilan budaya, sambutan pimpinan fakultas, serta penyampaian materi oleh keynote speaker dan narasumber internasional. Kemudian, dilanjutkan dengan diskusi panel dan rangkaian presentasi oral serta poster yang memfasilitasi pertukaran hasil penelitian dari para peserta. Hari kedua berisi penyampaian materi lanjutan oleh narasumber dari beberapa negara, sesi diskusi, dan presentasi ilmiah paralel, dan penutupan.

Mekanisme kegiatan telah diatur secara sistematis sehingga peserta dapat aktif berpartisipasi dalam seluruh rangkaian dan memeroleh manfaat secara optimal. Panitia juga menyediakan berbagai fasilitas untuk peserta, seperti sertifikat elektronik, kesempatan publikasi pada jurnal internasional, serta akses pada forum Kompetisi Best Presenter. Institusi juga terlibat sebagai co-host turut memainkan peran penting dalam penyebaran informai, dukungan partisipatif, dan penguatan kerja sama akademik. Dengan struktur panitia dan pembagian tugas yang jelas, kegiatan ini terlaksana dengan baik dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan keilmuan kesehatan masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Berikut merupakan beberapa dokumentasi kegiatan seminar Internasional :

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 + 5 =